ANICA CLALU SO SWEET

bintang

bintang jatuh

flas

aanimasi

naruto

/post/animasi-gif-bergerak-untuk-blog-anda/3/webq/" title="Aksesoris GIF untuk Blog">

Jumat, 27 Januari 2012

 
mengikuti tuntutan perkembangan prosesor. Kebutuhan akan transfer data yang lebih cepatmembutuhkan desain motherboard terus berubah. Perkembangan-perkembangn terbaruseperti teknologi Fire Ware, USB 2.0, RAID System, Smart Card, Secure Digital, wireless,semuanya berkumpul pada lahan yang sama : motherboard.Meski untuk saat ini belum semua teknologi tersebut populer, namun untuk memberi dayatarik suatu produk motherboard para produsen pun tak kurang akal. Mereka beramai-ramaimenyediakan ruang upgrade itu, tanpa harus menyertakannya ketika ia diproduksi secaramassal, untuk tetap membuatnya tetap ekonomis.Beragamnya tipe chipset pada motherboard yang menjadi tolak ukur dukungan teknis jugakian membuat para pengguna dipusingkan untuk memilih mana yang terbaik. Belum lagiselesai dengan masalah yang satu ini, kita juga dihadapkan dengan berbagai kekhawatiran, bagaimana mengatasi persoalan bilaman terjadi motherboard sebagai jantung PC, masalahsedikit saja bisa membuat PC termehek-mehek.Justru dengan banyaknya pilihan tersebut, kunci pertama supaya kita tetap tidak tersesatdelam belantara adalah memahami seni arsitektur mother board, dan membekali diri dengankemampuan praktis yang mumpuni. Berikut ini langkah-langkahnya.Repair or ReplaceKeputusan untuk mereparasi sangat ditentukan oleh tingkat kerusakan yang terjadi padasebuah motherboard. Sementara, langkah penggantian sangat tergantung oleh tingkat dayadukung teknologi motherboard ataupun kemampuan ekonomi Anda dalam membelanjakan barang-barang komputer. Masalahnya adalah bagaimana seandainya motherboard itu masihterhitung baru, sementara kita tidak mampu mendeteksi kerusakan atau menentukan jalankeluarnya ? ikuti dulu langkah kedua sebelum memutuskan untuk membeli yang baru.Back to Basics !· Periksa semua konektor. Tentu saja, langkah ini diperlukan untuk memastikan bahwa tidak ada satu konektor pun yang terlepas atau tidak tertancap dengan benar.· Periksa semua komponen yang melekat. Ini penting untuk memdeteksi, apakah pemasangan prosesor, RAM, VGA Card sudah benar atau belum. Juga untuk memastikan bahwa secarafisik IC-IC di dalam motherboard tidak mengalami kerusakan atau terlepas.· Periksa sumber listrik yang masuk melalui power suplay. Untuk memastikannya, periksadulu suplai listrik dari jala listrik, lalu periksalah output listrik pada kabel-kabel power suplaydengan menggunakan multimeter. Pastikan bahwa output tiap kabel sudah sesuai denganyang direkomendasikan pada buku manual.· Periksa, adakah barang-barang asing yang menggangu jalur motherboard. Kabel, sekrup,kotoran, juga debu bisa mempengaruhi nafas kehidupan motherboard. Gangguan semacamini, selain membuat lalu lintas data terganggu, bila posisinya strategis bisa menimbulkanhubungan pendek alias konslet.· Periksa jumper-jumper, DIP switch, atau pin-pin pengatur setiap fitur dengan teliti dan benar. Pastikan bahwa Anda mengacu pada buku manual jangan menggunakan ilmu hafalan.Setting yang salah bisa membuat motherboard Anda tak mau hidup.· Periksa bagian-bagian motherboard yang melekat pada casing. Hubungan pendek akibat penguncian tanpa isolator antara casing, sekrup pengunci dengan motherboard akan membuatlistrik terhenti setiap kali tombol power ditekan.Sistem PC tidak menyala ketika kartu grafis onboard diganti dengan VGA CardMasalah semacam ini sering terjadi ketika pengguna hendak melakukan upgrade kartu grafis pada motherboard yang memiliki VGA add on yang terpasang. Namum, pada sebagianmotherboard, Anda harus melakukan pergantian setting secara manual. Sebenarnya ini tidak akan terjadi kalau Anda tahu tips dan triknya. Biasanya masalah akan terjadi ketika kartugrafis add on ditancapkan dan Anda melakukan booting untuk pertama kalinya. Sistem
 
kemudian tidak menyala sama sekali. Bahkan tidak mengeluarkan bunyi beep sama sekali.Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menggunakan kembali VGA onboard Anda.Ketika Sudah masuk sistem Windows, lakukan uninstall driver VGA onboard yang Anda pakai. Setelah itu, lakukan restart kembali sistem Anda untuk kemudian masuk pada menuBIOS. Pada menu ini, Anda harus mematikan atau mend-disable fitur VGA onboard. Setelahmematikan fungsi ini keluarlah dari BIOS dan matikan sistem.Langkah selanjutnya adalah pasang kartu grafis add on Anda pada slot AGP atau slot PCIsesuai dengan tipe kartu grafis yang hendak Anda pakai. Setelah tertancap dengan benar padaslot yang sesuai, nyalakan kembali sistem Anda. Sistem akan kembali menyala dengan kartugrafis add on sebagai kartu grafis utama. Jangan lupa untuk menginstall driver terbaru yangsesuai dengan kartu grafis tersebut.Sistem tidak bekerja ketika prosesor digantiKejadian ini amat sering terjadi ketika Anda hendak melakukan upgrade atau downgradedengan menggunakan prosesor yang memiliki front side bus yang berbeda. Misalnya ketikaPentium Anda ber-FSB 533 MHz Anda ganti dengan yang ber-FSB 400 MHz, sementaraBIOS Anda masih men-setting sistem bekerja pada FSB 533 MHZ.Agar sistem mau bekerja kembali, ada dua cara yang bisa ditempuh. Cara pertama adalahmasuk ke sistem BIOS dan menganti FSB yang dipakai dari 133 MHZ manjadi 100 MHz. Inidengan catatan kalau sistem motherboard dan prosesor Anda masih bisa mentolerir  penggunaan FSB yang jauh lebih tinggi dibanding yang dipakai.Cara lain adalah melakukan clear CMOS. Apabila langkah ini sudah dilakukan. Masuklah kemenu BIOS Anda dan pastikan FSB yang dipakai sudah sesuai dengan FSB yang bekerja pada prosesor Anda. Langkah ini dijamin manjur untuk mengatasi masalah yang semacamini.Sistem tidak bekerja ketika modul memori DDR digantiAda beberapa kemungkinan maslah yang mungkin jadi penyebab mangapa masalah semacamini terjadi. Pertama adalah kompatibilitas motherboard yang dipakai terhadap memori baruyang dipasang. Penyebabnya ada dua, yaitu masalah chip memori yang digunakan ataumaslah tipe memori yang dipakai. Beberapa motherboard mensyaratkan secar tegas jenis chipyangh dipakai. Apabila tidak sesuai, motherboard tidak akan mendeteksi adanya memoriyang berakibat pada tidak bekerjanya sistem. Sementara beberapa motherboard juga tidak mau dipsangi memori tipe single side atau double side. Sekali lagi ini masalah kompatibilitasmotherboard terhadap memori yang dipasang. Apabila masalahnya adalah chip memori,update BIOS terkadang bisa jadi salah satu pemecahan jitu.Kemungkinan kedua adalah tipe memori yang dipasang memiliki CAS latency yang lebihrendah ketimbang CAS latency memori sebelumnya, sementara pada BIOS latency masih di-setting pada CAS-2. cara satu-satunya adalah dengan melakukan reset atau clear BIOS.Setelah itu masuklah pada menu BIOS yang mengatur latency yang bekerja pada memori danubah sesuai dengan kemampuan memorinya. Yang paling aman adalah dengan mengubahlatency yang bekerja pada CL-2,5.Sistem tidak bekerja meski semua power sudah terpasangBisa jadi masalah ini muncul lantaran beberapa penyebab. Pertama periksa apakah ada aliranlistrik yang masuk pada motherboard. Ini penting untuk memastikan adakah aliran listrik yang mengalir pada motherboard. Pada sebagian besar motherboard, indikasi adanya aruslistrik yang mengalir ini ditandai dengan lampu LED yang menyala. Kalau lampu ini tidak menyala, bisa dipastikan tidak ada arus listrik yang mengalir.Kedua, kemungkinan power suplay yang tidak terlalu bagus alias tidak memiliki tenaga yang
 
sesuai. Cara satu-satunya adalah menganti power suplay yang Anda punya dengan yang lebih bagus.Penyebab ketiga yang mungkin adalah tidak terpasangnya kartu grafis dengan benar. Inimemang biasa terjadi kalau Anda sembrono memasang kartu grafis add on. Untuk mengatasinya, Anda bisa memperbaiki posisi pemasangan. Usahakan agar posisinya tegak lurus terhadap motherboard.Penyebab keempat yang sering tidak terbayang adalah rusaknya tombol power ataukoneksinya yang menghubungkan front panel dengan tombol power pada casing depan. Inimenyebabkan Anda tidak dapat menyalakan sistem meski semua terpasang dengan benar.Sistem tiba-tiba hang ketika di overclock Ada beberapa penyebab untuk masalah ini. Penyebab pertama ada pada beberapa komponenyang membutuhkan frekuensi kerja yang lebih tinggi. Ini misalnya terjadi untuk AGP ataupunPCI yang terpasang. Untuk melakukan ini, Anda bisa masuk ke BIOS dan menaikkanfrekuensi kerjanya. Ini pun dengan catatan apabila motherboard yang Anda pakai memangmendukung.Penyebab kedua adalah kurangnya tegangan yang dipakai. Untuk itu, Anda juga bisa masuk ke menu BIOS dan melakukan penaikan tegangan, baik pada prosesor atau memori. Tapi caraini riskan kaerena sangat tergantung pada kemampuan dan daya tahan motherboard, prosesor,memori, ataupun kartu grafis yang dipasang. Ini kareena kenaikan tegangan akanmempengaruhi kerja dari beberapa periferal yang terpasang.Sistem tidak bekerja karena hardisk tidak terdeteksiMasalah ini sering sekali muncul pada beberapa motherboard. Kesalahan sendiri terjadi bukan pada motherboard-nya, tetapi pada kabel data yang Anda gunakan. Kesalah ini biasanya muncul karena Anda menggunakan port secondary dan bukan port primarymeskipun Anda tidak menggunakannya buat CD-ROM atau drive lain. Pada beberapa sistem,motherboard tidak akan mendeteksi lantaran penggunaan kabel data semacam ini. Solusiyang bisa dilakukan adalah menggunakan port utama pada kabel IDE untuk hardisk sementar secondary untuk CD-ROM drive atau yang lain.Sistem tidak bekerja ketika kabel fan CPU tidak dipasangIni biasa terjadi pada beberapa motherboard yang memiliki tingkat keamanan yang cukup bak. Pada mother board yang demikian, sistem tidak akan mau bekerja kalau kabel fan tidak terpasang pada pin yang sesuai yaitu pun CPU fan. Ini dimaksudkan untuk menjamin agar fan bekerja untuk melindungi prosesor dari panas berlebihan. Nah, kalau Anda tidak memasangkabel fan pada pin power fan, atau bahkan tidak memasang pada salah satu pin, otomatissistem tidak akan bekerja. Langkah satu-satunya yang diambil adalah memasang kabel fanCPU pada pin yang sesuai.Ketika booting sistem nyatakan disk failMasalah ini muncul kalau Anda tidak memiliki floppy drive sementara pada BIOS fitur inimasih difungsikan. Cara satu-satunya adalah masuk ke menu BIOS dan matikan fitur yangsatu ini.Sistem tidak bekerja ketiga primary graphic adapter digantiIni biasa terjadi pada motherboard yang memiliki fitur VGA onboard. Ketika akan digantidengan kartu grafis add on, baik yang berebasis PCI ataupun AGP. Ketika setting yangdipasang tidak sesuai dengan kondisi nyata, sistem tidak akan mampu melakukan booting.Satu-satunya langkah yang bisa diambil adalah dengan melakukan clear CMOS atau bahkan
 
mencabut baterai CMOS kalau jumper untuk melakukan clear CMOS tidak ada. Ini untuk memaksa motherboard kembali pada posisi default. Setelah booting dapat dilakukan, masuk  pada menu BIOS dan ubah setting primary graphic adapter sesuai dengan jenis kartu grafisyang dipasang. Apabila Anda memasang kartu grafis berbasis AGP, setting fitur ini pada AGPadd on.BIOS yang terkunci PasswordPassword BIOS biasanya digunakan user untuk melindungi setting BIOS pada komputer. Dan bila Anda ingin mereset password pada BIOS tidak terlalu susah untuk mengkoneksikan bateray CMOS nya, dengan sedikit trik pada Dos, Anda bisa mereset BIOS tersebut.Pertama keluarlah dari Windows atau me-reboot komputer, jalankan komputer pada MS-DOSmode, gunakan pilihan “ Command prompt only”Pada C:\> prompt, ketik :DEBUGTekan enter. Anda akan melihat tanda ( - ) pada DEBUG prompt, kemudia ketik: o 70 2ePada DEBUG prompt akan ditampilkan seperti –o 70 2e. Tekan enter, ketik :o 71 ff Tekan enter, terakhir ketik :QTekan enter, makan Anda akan keluar dari DEBUG prompt dan kembali pada C:\> promptSekarang reboot PC Anda, tekan tombol del, dan password untuk memasuki Setup BIOS punsudah lenyap.

Troubleshooting Hardware Komputer

         Salam buat sobat Jendela Dunia,.. kali ini saya akan sedikit bagi-bagi ilmu buat sobat-sobat Jendela Dunia dimanapun anda berada..hehehe. Tapi ini bukan ilmu sihir atau ilmu hitam lo.., ilmu ini mengenai masalah komputer atau bahasa gaulnya troubleshooting komputer.Sebelum membahas mengenai troubleshooting alangkah baiknya kita tahu dulu tentang troubleshooting itu sendiri.
Troubleshooting adalah segala sesuatu masalah yang berhubungan dengan komputer. Timbulnya masalah dalam komputer tetentu ada sebabnya. Pada kesempatan ini kita akan belajar untuk mendeteksi masalah pada komputer, terutama yang berhubungan dengan hardware.
Untuk permasalahan dengan software sebaiknya Anda lakukan pendeteksian sederhana dahulu seperti pemeriksaan file-file yang berhubungan dengan software atau spesifikasi permintaan (requirement) dari Software. Apabila permasalahannya cukup rumit, sebaiknya Anda instal ulang saja software tersebut, karena akan terlalu rumit untuk memperbaiki sebuah software.

Teknik dalam Troubleshooting
 Dalam ilmu komputer, terdapat dua macam teknik dalam mendeteksi permasalahan dalam komputer, yaitu teknik Forward dan teknik Backward.
1. Teknik Forward
Sesuai dengan namanya, maka dalam teknik ini segala macam permasalahan di deteksi semenjak awal komputer dirakit dan biasanya teknik ini hanya digunakan oleh orang-orang dealer komputer yang sering melakukan perakitan komputer. Pada teknik ini hanya dilakukan pendeteksian masalah secara sederhana dan dilakukan  sebelum komputer dinyalakan (dialiri listrik).
Contoh : Setelah komputer selesai dirakit, maka dilakukan pemeriksaan pada semua hardware yang telah terpasang, misal memeriksa hubungan dari kabel Power Supply ke soket power pada motherboard.
2. Teknik Backward
Hampir sama dengan teknik sebelumnya, teknik Backward adalah teknik untuk mendeteksi kesalahan pada komputer setelah komputer dinyalakan (dialiri listrik). Teknik lebih banyak digunakan karena pada umumnya permasalahan dalam komputer baru akan timbul setelah "jam terbang" komputernya sudah banyak dan ini sudah merupakan hal yang wajar. Dapat kita ambel beberapa contoh sebagai berikut :
  • CD ROOM yang tidak dapat membaca CD dengan baik.
  • Komputer tidak mau menyala saat tombol power pada casing ditekan.
 Tabel Pendeteksian Masalah
Setelah penjelasan sederhana dari kedua teknik tersebut, maka kita bahas lebih jauh tentang teknik Backward, karena bagi  pengguna komputer rumahan tentunya teknik ini lebih banyak akan digunakan dari pada teknik Forward. Untuk lebih mempermudah dalam pendeteksian masalah pada komputer Anda, silakan cermati berikut :
 
No
Komponen
Pendeteksian Masalah
1.
Power Supply
Analisa Pengukuran
2.
Motherboard
3.
Speaker
4.
RAM
Analisa Suara
5.
VGA Card + Monitor
6.
Keyboard
Analisa Tampilan
7.
Card I/O
8.
Disk Drive
 
Analisa Pengukuran
Pada tahapan ini, pendeteksian masalah dengan cara mengukur tegangan listrik pada komponen nomor 1 sampai 3. Gunakan alat bantu seperti multitester untuk mengukur tegangan yang diterima atau diberikan komponen tersebut.

Analisa Suara
Pada tahapan ini pendeteksian masalah menggunakan kode suara (beeb) yang dimiliki oleh BIOS dan dapat kita dengar lewat PC Speaker. Pastikan kabel PC Speaker sudah terpasang dengan baik. Kemungkinan letak permasalahan  ada di komponen nomor 4 dan 5. Untuk mempermudah pengenalan kode suara tersebut, silakan simak keterangan berikut :
  • Bunyi beep pendek 1 kali, artinya sistem telah melakukan proses Boot dengan baik.
  • Bunyi beep pendek 2 kali, artinya masalah pada konfigurasi atau setting pada CMOS.
  • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 1 kali, artinya ada masalah pada Motherboard atau DRAM.
  • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 2 kali, artinya ada masalah pada monitor atau VGA Card.
  • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 3 kali, artinya ada masalah pada Keyboard.
  • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 9 kali, artinya ada masalah pada ROM BIOS.
  • Bunyi beep panjang terus menerus, artinya ada masalah di DRAM
  • Bunyi beep pendek terus menerus, artinya ada masalah penerimaan tegangan (power).
  • Pada beberapa merk Motherboard aka mengeluarkan bunyi beep beberapa kali apabila temperatur processornya terlalu tinggi (panas).
Catatan : kode bunyi beep di atas berlaku pada AWARD BIOS, untuk jenis BIOS yang lain kemungkinan memiliki kode bunyi beep yang berbeda.

Analisa Tampilan
Pada tahapan ini pendeteksian masalah cenderung lebih mudah karena letak permasalahan dapat diketahui berdasarkan pesan eror yang ditampilkan di monitor. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 6 dan 9.
Contoh : pada saat komputer dinyalakan  tampil pesan Keyboard Error, maka dapat dipastikan letak permasalahan hanya pada keyboard.


Cara Cepat Mendeteksi Kebutuhan Troubleshooting
  1. Apabila terjadi masalah dan sistem masih memberikan tampilan pesan pada monitor atau disertai dengan  bunyi beep 1 atau 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan ada dikomponen nomor 6 sampai 9, yaitu pada Keyboard, Card I/O, Disk Drive dan Disket.
  2.  Apabila terjadi masalah dan sistem memberikan kode bunyi beep lebih dari 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 4 dan 5, yaitu RAM, VGA Card dan Monitor.
  3. Sedangkan untuk masalah yang tidak disertai pesan pada monitor atau kode bunyi beep, kemungkinan besar letak permasalahan ada di komponen nomor 1 dan 2, yaitu Power Supply dan Motherboard.

Troubleshooting Perakitan Komputer

Salam buat sobat Jendela Dunia yang masih consisten melihat blog ini.,kali ini om narwan mo nulis sedikit artikel yang mudah mudahan berguna bagi sobat jendela dunia semua., setelah kemarin membahas mengenai Troubleshooting Komputer yang berhubungan dengan hardwarenya,.kali ini om narwan akan membahas troubleshooting yang berhubungan dengan perakitannya.
Masalah saat perakitan mungkin saja muncul dan biasanya ini menjadi saat kuirang menyenangkan bagi siapapun. Di sini, om narwan mengajak sobat jendela dunia untuk mengecek beberapa hal untuk  menghindari masalah yang umum saat perakitan PC.
Langkah pertama adalah memeriksa setelan pada motherboard dan memastikan kembali semua komponen telah tertancap dengan benar. Motherboard modern biasanya telah dilengkapi dengan kode error berupa suara beep, makanya pasanglah spiker casing agar sobat jendela dunia bisa mendeteksi adanya kesalahan. Agar lebih jelas mengenai penempatan komponen,, sebaiknya buka buku manual motherboard saat merakit PC. Setiap vendor motherboard menggunakan cara yang berbeda untuk menampilkan pesan error.
Ceklah lagi bahwa chip prosesor telah tertancap dengan benar pada soketnya. Pastikan juga kabel power kipas prosesor telah menancap di pinnya dengan benar. Ada beberapa kasus motherboard Pentium 4 yang tidak mau beroperasi saat tombol power ditekan. Salah satunya disebabkan karena kipas CPU tidak terdeteksi. Sobat jendela dunia juga harus mengecek lagi dukungan motherboard terhadap prosesor, apabila sobat jendela dunia tidak memiliki buku manual motherboard maka informasinya bisa dilihat di situs web vendor motherboard tersebut.
Apabila seluruh komponen telah di cek, dan hasilnya motherboard tetap bermasalah, aturlah jumper secara manual berdasarkan petunjuk buku manual. Dengan cara ini konfigurasi BIOS dapat direset sesuai dengan setelan awal pabrik. Biasanya cara ini bisa mengatasi problem umum di motherboard. Kalau masih bermasalah juga , cepat hubungi dokternya az.. hehehe, alias mintalah bantuan teknisi komputer.
Solusi lainnya adalah dengan mematikan PC terlebih dahulu selam kurang lebih setengah jam. Cabut kabel power dari outlet listrik sobat. Setelah itu cobalah untuk me-restart PC.
Power salah satu penyebab mogoknya PC adalah karena tidak adanya arus listrik yang masuk ke power supplu. Cobalah untuk memeriksa outlet listrik dengan menggunakan obeng test pen. Bila terdeteksi, berarti kemungkinan colokan ke power supply kurang menancap dengan benar. Sebaiknya cek dengan menggunakan kabel lain.
Nyalakan tombol switch bersamaan dengan tombol power. Apabila lampu LED di motherboard tidak menyala, maka sudah pasti tidak ada sama sekali arus listrik yang masuk ke motherboard. Cek konektor power prosesor tambahan (berbentuk segi empat), pastikan pemasangannya tidak terbalik.
Tampilan layar apabila saat booting PC terus menerus mengeluarkan suara beep, dan tak ada tampilan sama sekali di layar, maka kemungkinan besar penyebabnya adalah kartu VGA. Bukalah casing PC, lalu pastikan pin kartu VGA telah menancap dengan baik pada slot AGP.
Pada motherboard modern posisi slot AGP sangat berdekatan dengan klip pengunci kartu memori. Maka ceklah posisi klip tersebut agar tidak menghalangi penempatan kartu VGA ke slotnya.
Cek juga kompatibilitas kartu VGA dengan motherboard dengan mengunjungi situs web dari vendor kartu VGA tersebut. Kadang beberapa motherboard tidak mendukung kartu VGA yang memiliki tegangan listrik tidak sama.
Drive Hard disk, CD-ROM, atau floppy bisa saja tak terdeteksi oleh BIOS. Bila itu terjadi, cek konektor kabel data dan kabel power-nya. Konektor kabel data drive modern biasanya memiliki ujung yang salah satunya menonjol, sehingga akan tepat masuk ke drive maupun ke soket IDE di motherboard. Cek lagi penempatan jumper pada drive. Sesuaikan dengan setelan pada soket IDE motherboard. Apabila sobat menempatkan CD-ROM drive pada primary IDE bersamaan dengan hard disk, set jumpernya ke slave atau cable select (CS). Apabila setelan jumper dan drive telah benar namun BIOS tetap tak mendeteksi drive, maka sobat harus mengecek utility konfigurasi BIOS secara manual. Sobat bisa mendisable kedua chanel IDE, tidak menampilkannya atau malah mematikannya sama sekali.
Sebaiknyak, kembalikan setelan BIOS  seperti pada awalnya. Kesalahan penempatan kabel juga mungkin terjadi pada floppy drive, sehingga menyebabkan lampu LED-nya menyala terus menerus. Bukalah menu konfigurasi BIOS/CMOS Setup dan pastikan cotroller floppy tidak dinonaktifkan.

Troubleshooting Komputer

 

     Waktu menyalakan komputer si Fulan kaget kok nggak bisa nyala padahal saat itu harus membuat laporan yang akan digunakan untuk keperluan rapat. Waooo pusing deh mau panggil tukang servis waktunya nggak mungkin kira-kira apa solusinya yaaaaaaa........ Nggak usah khwatir disini akan diulas tentang penanganan troubleshooting komputer.
Tabel Pendeteksian Masalah:
No Komponen Pendeteksian Masalah
--------------------------------------------------------------------------------
1. Power Supply Analisa Pengukuran
2. Motherboard
3. Speaker
--------------------------------------------------------------------------------
4. RAM Analisa Suara
5. VGA Card + Monitor
--------------------------------------------------------------------------------
6. Keyboard Analisa Tampilan
7. Card I/O
8. Disk Drive
9. Disket

Dari table diatas dapat dikelompokkan dalam 3 analisa yaitu:

A. Analisa Pengukuran
     Pada tahapan ini, pendeteksian masalah dengan cara mengukur tegangan listrik pada komponen nomor 1 sampai 3. Gunakan alat bantu seperti multitester untuk mengukur tegangan yang diterima atau diberikan komponen tersebut.
Contoh : Mengukur tegangan listrik yang diterima oleh Power Supply, lalu mengukur tegangan yang diberikan oleh Power Supply ke komponen lainnya.

B. Analisa Suara
     Pada tahapan ini pendeteksian masalah menggunakan kode suara (beep) yang dimiliki oleh BIOS dan dapat kita dengar lewat PC Speaker. Pastikan kabel PC Speaker sudah terpasang dengan baik. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 4 dan 5. Untuk mempermudah pengenalan kode suara tersebut, silakan simak keterangan berikut :
  • Bunyi beep pendek satu kali, artinya sistem telah melakukan proses Boot dengan baik.
  • Bunyi beep pendek 2 kali, artinya ada masalah pada konfigurasi atau seting pada CMOS.
  • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 1 kali, artinya ada masalah pada Motherboard atau DRAM.
  • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 2 kali, artinya ada masalah pada monitor atau VGA Card.
  • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 3 kali, artinya ada masalah pada Keyboard.
  • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 9 kali, artinya ada masalah pada ROM BIOS.
  • Bunyi beep panjang terus-menerus, artinya ada masalah di DRAM.
  • Bunyi beep pendek terus-menerus, artinya ada masalah penerimaan tegangan (power).
  • Pada beberapa merk Motherboard akan mengeluarkan bunyi beep beberapa kali apabila temperatur processornya terlalu tinggi (panas).

Catatan : kode bunyi beep diatas berlaku pada AWARD BIOS, untuk jenis BIOS yang lain kemungkinan memiliki kode bunyi beep yang berbeda.

C. Analisa Tampilan
     Pada tahapan ini pendeteksian masalah cenderung lebih mudah karena letak permasalahan dapat diketahui berdasarkan pesan error yang ditampilkan di monitor. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 6 sampai 9.
Contoh : Pada saat komputer dinyalakan tampil pesan Keyboard Error, maka dapat dipastikan letak permasalahan hanya pada Keyboard.

Cara Cepat Mengenali Troubleshooting
  1. Apabila terjadi masalah dan sistem masih memberikan tampilan pesan pada monitor atau disertai dengan bunyi beep 1 atau 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 6 sampai 9, yaitu pada Keyboard, Card I/O, Disk Drive dan Disket.
  2. Apabila terjadi masalah dan sistem memberikan kode bunyi beep lebih dari 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 4 dan 5, yaitu RAM, VGA Card dan Monitor.
  3. Sedangkan untuk masalah yang tidak disertai pesan pada monitor atau kode bunyi beep, kemungkinan besar letak permasalahan ada di komponen nomor 1 dan 2, yaitu Power Suplly dan Motherboard.





Kamis, 26 Januari 2012

Jenis-jenis Lisensi Software Komputer

Jenis-jenis Lisensi Software Komputer

Menurut Microsoft dalam “The Hallowen Document”, terdapat beberapa jenis lisensi yang dapat digunakan untuk program komputer. Beberapa jenis lisensi tersebut antara lain adalah:

Lisensi Commercial/Komersil : Adalah jenis lisensi yang biasa ditemui pada perangkat lunak seperti Microsoft dengan Windows dan Officenya, Lotus, Oracle dan lain sebagainya. Software yang diciptakan dengan lisensi ini memang dibuat untuk kepentingan komersial sehingga user yang ingin menggunakannya harus membeli atau mendapatkan izin penggunaan dari pemegang hak cipta.

Lisensi Trial Software : Adalah jenis lisensi yang biasa ditemui pada software untuk keperluan demo dari sebuah software sebelum diluncurkan ke masyarakat atau biasanya sudah diluncurkan tetapi memiliki batas masa aktif. Lisensi ini mengizinkan pengguna untuk menggunakan, menyalin atau menggandakan software tersebut secara bebas. Namun karena bersifat demo, seringkali software dengan lisensi ini tidak memiliki fungsi dan fasilitas selengkap versi komersialnya dan biasanya dibatasi oleh masa aktif tertentu.

Lisensi Non Commercial Use : Biasanya diperuntukkan untuk kalangan pendidikan atau yayasan tertentu dibidang sosial. Sifatnya yang tidak komersial, biasanya gratis tetapi dengan batasan penggunaan tertentu.

Lisensi Shareware : Mengizinkan pemakainya untuk menggunakan, menyalin atau menggandakan tanpa harus meminta izin pemegang hak cipta. Berbeda dengan Trial Software, lisensi ini tidak dibatasi oleh batas waktu masa aktif dan memiliki fitur yang lengkap. Lisensi jenis ini biasanya ditemui pada software perusahaan kecil.

Lisensi Freeware : Biasanya ditemui pada software yang bersifat mendukung, memberikan fasilitas tambahan atau memang free/gratis. Contoh yang bersifat mendukung antara lain adalah plugin tambahan yang biasanya menempel pada software induk seperti Eye Candy yang menempel pada Adobe Photoshop.

Lisensi Royalty-Free Binaries : Serupa dengan lisensi freeware, hanya saja produk yang ditawarkan adalah library yang berfungsi melengkapi software yang sudah ada dan bukan merupakan suatu software yang berdiri sendiri.

Lisensi Open Source : Membebaskan usernya untuk menjalankan, menggandakan, menyebarluaskan, mempelajari, mengubah, dan meningkatkan kinerja software. Berbagai jenis lisensi open source berkembang sesuai dengan kebutuhan, misalnya GNU/GPL, The FreeBSD, The MPL. Jenis-jenis software yang memakai lisensi ini misalnya Linux, Sendmail, Apache dan FreeBSD.
Articles you may like:

10 Penyebab Windows XP Menjadi Lambat

10 Penyebab Windows XP Menjadi Lambat




1. System StartUp Overload (Kebanyakan aplikasi yang di load pada saat StartUp)
Ada aplikasi yang menambahkan dirinya kedalam StartUp Folder, nantinya akan dijalankan pada saat komputer dihidupkan. Dan ada juga aplikasi yang menambahkan dirinya tetapi tidak bisa diliat pada StartUp Folder. Untuk melihatnya kita bisa mengetikan pada RUN - MSCONFIG. Matikan aplikasi yang memang dianggap tidak perlu dijalankan pada saat StartUp.


2. Spyware
Malicious programs juga dapat menyebabkan kinerja komputer lambat atau lambat sekali. Karena spyware akan masuk kedalam Windows Registry dan file system yang tentunya akan mengganggu kinerja komputer. Biasanya Spyware akan menginstallkan dirinya tanpa sepengetahuan kita melalui aplikasi yang “Freeware” ataupun Crack, dan juga ada melalui halaman web yang dikunjungi. Untuk mengatasi hal ini bisa dilakukan dengan menginstalkan aplikasi semacam Threatfire atau aplikasi untuk menghilangkan spyware lainnya.


3. Kerusakan / Pembengkakan Windows Registry
Windows Registry merupakan pusat pengontrol system pada system operasi ataupun aplikasi. Jika terjadi kerusakan ataupun overload pada registry, akan menyebabkan system mengalami kegagalan untuk melakukan pengontrolan system. Dengan hal ini sudah tentu akan memperlambat performa komputer. Hal ini dapat diatasi dengan melakukan pembersihan registry yang tidak diperlukan lagi, memadatkan ataupun mengoptimizekan registry pada PC anda. Gunakan aplikasi utility seperti PC TuneUp Utilities, CCleaner, Advance System Care,Registry Booster, dll.


4. Data mengalami Fragmentasi pada Hard Drive
Karena digunakan dalam waktu yang lama, otomatis data yang ada dalam komputer juga akan bertambah banyak. Semakin banyak data yang dimaksukan akan menyebabkan komputer semakin lambat. Data yang kita masukan akan diletakan secara acak pada hard disk, sehingga untuk mengakses sebuah data membutuhkan waktu loding yang cukup lama. Karena banyaknya data yang tersebar, maka akan membuat komputer semakin lambat.

Cara mengatasi hal ini dapat dilakukan proses defragmentasi dengan cara :
• Buka My Komputer
• Right-click pada hard disk C: kemudian pilih “Properties”
• Pilih Tab “Tools” dan pilih opsi “Defragment Now”.


5. Security Software yang memakan sumber daya komputer
Terlalu banyaknya aplikasi Security yang di installkan pada komputer akan menyebabkan habisnya sumber daya komputer seperti memory dan processor. Jadi cukup pilih 1 atau 2 aplikasi yang di installkan pada komputer seperti Antivirus Luar dipadukan dengan Antivirus lokal atau antivirus kecil lainnya ditambah lagi harus adanya aplikasi utility pembersih dijamin dc laptop / komputer bakal sehat kondisi nya.


6. Sisa dari uninstall programs
Uninstall aplikasi melalui control panel atau dari start menu tidak selalu bisa bersih dibuang dari system, sehingga meninggalkan sisa-sisa dari aplikasi tersebut. Sisa-sisa ini akan memperlambat kinerja komputer, karena masih terdaftar dalam Windows Registry komputer. Dalam hal ini gunakan aplikasi seperti Revouninstaller.

7. Pagefile
Pagefile adalah sebuah file yang didedikasikan untuk membantu kinerja RAM, yang berfungsi sebagai tempat dimana proses berlangsung. Besar kecilnya pagefile ini ditentukan oleh besar kecilnya kapasitas RAM (secara default), namun ukuran pagefile dapat kita rubah, caranya Klik StartMenu -> Control Panel -> System -> Advanced -> Performance Setting -> Advanced -> Change pada Virtual Memory.
Sekarang kita kita bisa merubah ukuran pagefile sesuka hati. jangan lupa isi keduanya dan ingat Maximum size >= Minimum size dan setalah selesai klik set. Pembantu kinerja RAM ini juga ada kelebihan dan kekurangannya.

8. Hard Drive

Hard Drive penuh karena internet temporary dan windows temporary files
Komputer akan mengatur sekitar 10% ruang harddisk yang kosong. Jika melebih batas yang sudah ditentukan, maka akan menyebabkan komputer akan menjadi lambat. Untuk mengatasi hal ini, sering-sering lah melakukan maintenance paling sedikit 1 minggu sekali untuk membersihkan sampah-sampah dari hasil browsing ataupun temporary files pada sistem anda.


9. Virus
Virus sifatnya hampir sama dengan Spyware, virus dapat datang kapan saja ke dalam komputer anda. Jika komputer sudah terjangkit virus, sudah tentu akan memperlambat proses pada Komputer. Sebelum terjangkit virus, pasanglah anti virus yang sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi laptop maupun komputer anda.


10. Hardware Problems
Beberapa kerusakan hardware dapat menyebabkan komputer menjadi lambat (slow) atau hang. Dan penyebab lain yang akan terjadi adalah akan memperlambat proses boot dan shut down pada komputer. Untuk mengetahui apakah Hardware anda rusak / mengalami bad sector coba gunakan aplikasi seperti Repair Hardisk Badsector.



Tips-tips sederhana :

1. Karena terlalu banyak program yang otomatis dijalankan saat proses StartUp, bisa di cek di Start Menu - All program – StartUp, anda bisa mengurangi atau mendisable nya dengan klik kanan - delete pada aplikasi yang tidak dibutuhkan.

2. File di harddisk perlu ditata ulang / di defrag,caranya : Start Menu - All Program - Accesories - System Tools - Disk Defragmenter, karena proses ini akan memudahkan windows untuk membaca file-file di dalam Harddisk, lakukan defrag secara periodik sebulan sekali untuk mempertahankan performa windows.

3. Jika program antivirus anda terlalu berat untuk spesifikasi computer / laptop anda, segeralah ganti dengan antivirus yang sesuai dengan kondisi computer / laptop anda.

4. Yang paling mempengaruhi StartUp adalah dijalankannya file chace aplikasi yang berlokasi di C:/ Windows - Prefetch. File-file tersebut bisa langsung dihapus secara manual lewat Windows explorer, dan ini akan berpengaruh langsung kepada kecepatan booting-nya PC, dengan konsekuensi agak lambat saat-saat menjalankan aplikasi-aplikasi yang biasa kita pakai di komputer. Karena Windows pasti membuat ulang file prefetch yang anda hapus sebelumnya meskipun demikian, cara ini cukup efektif karena StartUp berikutnya bisa mengurangi windows hanya menjalankan file-file prefetch yang anda butuhkan saja lakukan saja seminggu sekali.

cara melacak ip orang lain

1. Melacak alamat IP suatu situs
Untuk mengetahui alamat IP suatu situs, kita dapat melakukan PING terhadap situs tersebut. Caranya: Masuk ke command Prompt dan ketikan PING www.situs-yang-ingin-diketahui.com lalu tekan enter. Maka akan muncul alamat Ip situs tersebut.
2. Melacak Lokasi server (real address) suatu situs
Kita dapat melacak lokasi server suatu situs hanya dengan mengetahui alamat situsnya saja. Coba anda buka www.domainwhitepages.com Tinggal masukkan IP address situs tadi atau masukkan alamat situsnya dan anda akan mendapatkan info lengkap tentang server dari situs tersebut diantaranya adalah lokasi negara dan kota.
3. Melacak IP address lawan chatting kita
Saat kita menggunakan Yahoo messenger, sebenarnya kita bisa mengetahui alamat IP dari lawan chatting kita. Caranya:
  1. Kirimkan suatu file pada lawan chat kita.
  2. Lalu masuklah ke Command Prompt (MSDOS) dan ketikkan NETSTAT -N lalu tekan enter, maka alamat IP lawan chatting anda (yang telah anda kirimi file tadi) akan muncul beserta port yang digunakan untuk pengiriman file.